Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama orang 'yang tersedia'. Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai DARIPADA mencintai orang yang berada di sekelilingmu. Lebih baik menunggu orang yang tepat karena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang hanya dengan 'seseorang'. (Source: Unknown)
What do u think about this quotation? Should we wait for someone who is going to be your Mr. Right or maybe Not. How can You know that he is the One and he already came? But i agree for not spending all my whole life full of regret feeling, cause can't love someone with all of your heart. Sure you can spread your love with friends, family and your pets maybe, but this one is a kind of different feeling.... And at least because this life...only once and cannot be repeated. Do what u want to do, and be what u want to be...or share with someone who really you want to be with... ^^
 | Bingung | Jan 18, '09 8:59 PM for everyone |
Pulang... Engga Pulang... Pulang... Engga Pulang... Pulang... Engga Pulang... Pulang... Engga Pulang... Pulang...
Pindah... Engga Pindah... Pindah... Engga Pindah... Pindah... Engga Pindah... Pindah... Engga Pindah... Pindah... Engga Pindah...
Cape mikir~
Dua orang yang baik tapi mengapa perkawinan tidak berakhir bahagia.
Ibu saya adalah seorang yang sangat baik. Sejak kecil saya melihatnya dengan begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini hari, memasak bubur yang panas untuk ayah, karena lambung ayah tidak baik, pagi hari hanya bisa makan bubur.
Setelah itu, masih harus memasak sepanci nasi untuk anak-anak, karena anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, perlu makan nasi, dengan begitu baru tidak akan lapar seharian di sekolah.
Setiap sore, ibu selalu membungkukkan badan menyikat panci, setiap panci di rumah kami bisa dijadikan cermin, tidak ada noda sedikit pun.
Menjelang malam, dengan giat ibu membersihkan lantai, mengepel seinchi demi seinchi, lantai di rumah tampak lebih bersih dibanding sisi tempat tidur orang lain, tiada debu sedikit pun meski berjalan dengan kaki telanjang.
Ibu saya adalah seorang wanita yang sangat rajin.
Namun, di mata ayahku, ia (ibu) bukan pasangan yang baik.
Dalam proses pertumbuhan saya, tidak hanya sekali saja ayah selalu menyatakan kesepiannya dalam perkawinan, tidak memahaminya.
Ayah saya adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab.
Ia tidak merokok, tidak minum-minuman keras, serius dalam pekerjaan, setiap hari berangkat kerja tepat waktu, bahkan saat libur juga masih mengatur jadwal sekolah anak-anak, mengatur waktu istrirahat anak-anak, ia adalah seorang ayah yang penuh tanggung jawab, mendorong anak-anak untuk berpretasi dalam pelajaran.
Ia suka main catur, membuat kaligrafi, suka larut dalam dunia buku-buku kuno.
Ayah saya adalah seoang laki-laki yang baik, di mata anak-anak, ia maha besar seperti langit, menjaga kami, melindungi kami dan mendidik kami.
Hanya saja, di mata ibuku, ia juga bukan seorang pasangan yang baik, dalam proses pertumbuhan saya, kerap kali saya melihat ibu menangis terisak secara diam diam di sudut halaman.
Ayah menyatakannya dengan kata-kata, sedang ibu dengan aksi, menyatakan kepedihan yang dijalani dalam perkawinan.
Dalam proses pertumbuhan, aku melihat juga mendengar ketidakberdayaan dalam perkawinan ayah dan ibu, sekaligus merasakan betapa baiknya mereka, dan mereka layak mendapatkan sebuah perkawinan yang baik.
Sayangnya, dalam masa-masa keberadaan ayah di dunia, kehidupan perkawinan mereka lalui dalam kegagalan, sedangkan aku, juga tumbuh dalam kebingungan, dan aku bertanya pada diriku sendiri : Dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia?
Pengorbanan yang dianggap benar.
Setelah dewasa, saya akhirnya memasuki usia perkawinan, dan secara perlahan–lahan saya pun mengetahui akan jawaban ini.
Di masa awal perkawinan, saya juga sama seperti ibu, berusaha menjaga keutuhan keluarga, menyikat panci dan membersihkan lantai, dengan sungguh-sungguh berusaha memelihara perkawinan sendiri.
Anehnya, saya tidak merasa bahagia dan suamiku sendiri, sepertinya juga tidak bahagia.
Saya merenung, mungkin lantai kurang bersih, masakan tidak enak, lalu, dengan giat saya membersihkan lantai lagi, dan memasak dengan sepenuh hati.
Namun, rasanya, kami berdua tetap saja tidak bahagia.
Hingga suatu hari, ketika saya sedang sibuk membersihkan lantai, suami saya berkata : istriku, temani aku sejenak mendengar alunan musik!
Dengan mimik tidak senang saya berkata : apa tidak melihat masih ada separoh lantai lagi yang belum di pel ?
Begitu kata-kata ini terlontar, saya pun termenung, kata-kata yang sangat tidak asing di telinga, dalam perkawinan ayah dan ibu saya, ibu juga kerap berkata begitu sama ayah.
Saya sedang mempertunjukkan kembali perkawinan ayah dan ibu, sekaligus mengulang kembali ketidakbahagiaan dalam perkwinan mereka.
Ada beberapa kesadaran muncul dalam hati saya.
Yang kamu inginkan ?
Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu memandang suamiku, dan teringat akan ayah saya… Ia selalu tidak mendapatkan pasangan yang dia inginkan dalam perkawinannya, waktu ibu menyikat panci lebih lama daripada menemaninya.
Terus menerus mengerjakan urusan rumah tangga, adalah cara ibu dalam mempertahankan perkawinan, ia memberi ayah sebuah rumah yang bersih, namun, jarang menemaninya, sibuk mengurus rumah, ia berusaha mencintai ayah dengan caranya, dan cara ini adalah mengerjakan urusan rumah tangga.
Dan aku, aku juga menggunakan caraku berusaha mencintai suamiku.
cara saya juga sama seperti ibu, perkawinan saya sepertinya tengah melangkah ke dalam sebuah cerita, dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia.
Kesadaran saya membuat saya membuat keputusan (pilihan) yang sama.
Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu duduk di sisi suami, menemaninya mendengar musik, dan dari kejauhan, saat memandangi kain pel di atas lantai seperti menatapi nasib ibu.
Saya bertanya pada suamiku : apa yang kau butuhkan ?
Aku membutuhkanmu untuk menemaniku mendengar musik, rumah kotor sedikit tidak apa-apa-lah, nanti saya carikan pembantu untukmu, dengan begitu kau bisa menemaniku! ujar suamiku.
Saya kira kamu perlu rumah yang bersih, ada yang memasak untukmu, ada yang mencuci pakianmu….dan saya mengatakan sekaligus serentetan hal-hal yang dibutuhkannya.
Semua itu tidak penting-lah! ujar suamiku. Yang paling kuharapkan adalah kau bisa lebih sering menemaniku.
Ternyata sia-sia semua pekerjaan yang saya lakukan, hasilnya benar-benar membuat saya terkejut. Kami meneruskan menikmati kebutuhan masing-masing, dan baru saya sadari ternyata dia juga telah banyak melakukan pekerjaan yang sia-sia, kami memiliki cara masing-masing bagaimana mencintai, namun, bukannya cara pihak kedua.
Jalan kebahagiaan
Sejak itu, saya menderetkan sebuah daftar kebutuhan suami, dan meletakkanya di atas meja buku. Begitu juga dengan suamiku, dia juga menderetkan sebuah daftar kebutuhanku.
Puluhan kebutuhan yang panjang lebar dan jelas, seperti misalnya, waktu senggang menemani pihak kedua mendengar musik, saling memeluk kalau sempat, setiap pagi memberi sentuhan selamat jalan bila berangkat.
Beberapa hal cukup mudah dilaksanakan, tapi ada juga yang cukup sulit, misalnya dengarkan aku, jangan memberi komentar.
Ini adalah kebutuhan suami. Kalau saya memberinya usul, dia bilang akan merasa dirinya akan tampak seperti orang bodoh.
Menurutku, ini benar-benar masalah gengsi laki-laki.
Saya juga meniru suami tidak memberikan usul, kecuali dia bertanya pada saya, kalau tidak saya hanya boleh mendengar dengan serius, menurut sampai tuntas, demikian juga ketika salah jalan..
Bagi saya ini benar-benar sebuah jalan yang sulit dipelajari, namun, jauh lebih santai daripada mengepel, dan dalam kepuasan kebutuhan kami ini, perkawinan yang kami jalani juga kian hari semakin penuh daya hidup.
Saat saya lelah, saya memilih beberapa hal yang gampang dikerjakan, misalnya menyetel musik ringan, dan kalau lagi segar bugar merancang perjalanan keluar kota.
Menariknya, pergi ke taman flora adalah hal bersama dan kebutuhan kami, setiap ada pertikaian, selalu pergi ke taman flora, dan selalu bisa menghibur gejolak hati masing-masing.
Sebenarnya, kami saling mengenal dan mencintai juga dikarenakan kesukaan kami pada taman flora, lalu bersama kita menapak ke tirai merah perkawinan, kembali ke taman bisa kembali ke dalam suasana hati yang saling mencintai bertahun-tahun silam.
Bertanya pada pihak kedua : apa yang kau inginkan, kata-kata ini telah menghidupkan sebuah jalan kebahagiaan lain dalam perkawinan. Keduanya akhirnya melangkah ke jalan bahagia.
Kini, saya tahu kenapa perkawinan ayah ibu tidak bisa bahagia, mereka terlalu bersikeras menggunakan cara sendiri dalam mencintai pihak kedua, bukan mencintai pasangannya dengan cara pihak kedua.
Diri sendiri lelahnya setengah mati, namun, pihak kedua tidak dapat merasakannya, akhirnya ketika menghadapi penantian perkawinan, hati ini juga sudah kecewa dan hancur.
Karena Tuhan telah menciptakan perkawinan, maka menurut saya, setiap orang pantas dan layak memiliki sebuah perkawinan yang bahagia, asalkan cara yang kita pakai itu tepat, menjadi orang yang dibutuhkan pihak kedua! Bukannya memberi atas keinginan kita sendiri, perkawinan yang baik, pasti dapat diharapkan.
On my wedding day, I carried my wife in my arms. The bridal car stopped in front of our one-room flat. My buddies insisted that I carry her out of the car in my arms. So I carried her into our home. She was then plump and shy. I was a strong and happy bridegroom. This was the scene ten years ago. The following days were as simple as a cup of pure water: we had a kid; I went into business and tried to make more money. When the assets were steadily increasing, the affection between us seemed to ebb. She was a civil servant. Every morning we left home together and got home almost at the same time. Our kid was studying in a boarding school. Our marriage life seemed to be enviably happy. But the calm life was more likely to be affected by unpredictable changes. Dew came into my life. It was a sunny day. I stood on a spacious balcony. Dew hugged me from behind. My heart once again was immersed in her stream of love. This was the apartment I bought for her. Dew said, “you are the kind of man who best draws girls' eyeballs”. Her words suddenly reminded me of my wife. When we were just married, my wife said, “Men like you, once successful, will be very attractive to girls.” Thinking of this, I became somewhat hesitant. I knew I had betrayed my wife. But I couldn't help doing so. I moved Dew's hands aside and said “you go to select some furniture, O.K.? I've got something to do in the company.” Obviously she was unhappy, because I had promised to do it together with her. At the moment, the idea of divorce became clearer in my mind although it used to be something impossible to me. However, I found it rather difficult to tell my wife about it. No matter how mildly I mentioned it to her, she would be deeply hurt. Honestly, she was a good wife. Every evening she was busy preparing dinner. I was sitting in front of the TV. The dinner was ready soon. Then we watched TV together. Or, I was lounging before the computer, visualizing Dew's body. This was the means of my entertainment. One day I said to her in a slightly joking way, “suppose we divorce, what will you do?” She stared at me for a few seconds without a word. Apparently she believed that divorce was something too far away from her. I couldn't imagine how she would react once she got to know I was serious. When my wife went to my office, Dew had just stepped out. Almost all the staff looked at my wife with a sympathetic eye and tried to hide something while talking to her. She seemed to have got some hint. She gently smiled at my subordinates. But I read some hurt in her eyes. Once again, Dew said to me, “He Ning, divorce her, O.K.? Then we live together.” I nodded. I knew I could not hesitate any more. When my wife served the last dish, I held her hand. “I've got something to tell you”, I said. She sat down and ate quietly. Again I observed the hurt in her eyes. Suddenly I didn't know how to open my mouth. But I had to let her know what I was thinking. “I want a divorce.” I raised the serious topic calmly. She didn't seem to be annoyed by my words, instead she asked me softly, “why?” “I'm serious.” I avoided her question. This so-called answer made her angry. She threw away the chopsticks and shouted at me, “you are not a man!”
That night, we didn't talk to each other. She was weeping. I knew she wanted to find out what had happened to our marriage. But I could hardly give her a satisfactory answer, because my heart had gone to Dew. With a deep sense of guilt, I drafted a divorce agreement which stated that she could own our house, our car, and 30% stake of my company. She glanced at it and then tore it into pieces. I felt a pain in my heart. The woman who had been living ten years with me would become a stranger one day. But I could not take back what I had said. Finally she cried loudly in front of me, which was what I had expected to see. To me her cry was actually a kind of release. The idea of divorce which had obsessed me for several weeks seemed to be firmer and clearer. Late that night, I came back home after entertaining my clients. I saw her writing something at the table. I fall asleep fast. When I woke up, I found she was still there. I turned over and was asleep again. She brought up her divorce conditions: she didn't want anything from me, but I was supposed to give her one month’s time before divorce, and in the month's time we must live as normal a life as possible. Her reason was simple: our son would finish his summer vacation a month later and she didn't want him to see our marriage was broken. She passed me the agreement she drafted, and then asked me, “He Ning, do you still remember how I entered our bridal room on the wedding day?” This question suddenly brought back all those wonderful memories to me. I nodded and said, “I remember.” “You carried me in your arms”, she continued, “so, I have a requirement, that is, you carry me out in your arms on the day when we divorce. From now to the end of this month, you must carry me out from the bedroom to the door every morning.” I accepted with a smile. I knew she missed those sweet days and wished to end her marriage romantically. I told Dew about my wife’s divorce conditions. She laughed loudly and thought it was absurd. “No matter what tricks she does, she has to face the result of divorce”, she said scornfully. Her words more or less made me feel uncomfortable. My wife and I hadn't had any body contact since my divorce intention was explicitly expressed. We even treated each other as a stranger. So when I carried her out on the first day, we both appeared clumsy. Our son clapped behind us, “daddy is holding mummy in his arms.” His words brought me a sense of pain. From the bedroom to the sitting room, then to the door, I walked over ten meters with her in my arms. She closed her eyes and said softly, “Let us start from today, don't tell our son.” I nodded, feeling somewhat upset. I put her down outside the door. She went to wait for a bus, I drove to the office. On the second day, both of us acted much more easily. She leaned on my chest. We were so close that I could smell the fragrance of her blouse. I realized that I hadn't looked at this intimate woman carefully for a long time. I found she was not young any more. There were some fine wrinkles on her face. On the third day, she whispered to me, “the outside garden is being demolished. Be careful when you pass there.” On the fourth day, when I lifted her up, I seemed to feel that we were still an intimate couple and I was holding my sweetheart in my arms. The visualization of Dew became vague. On the fifth and sixth day, she kept reminding me something, such as, where she put the ironed shirts, I should be careful while cooking, etc. I nodded. The sense of intimacy was even stronger. I didn't tell Dew about this. I felt it was easier to carry her. Perhaps the everyday workout made me stronger. I said to her, “It seems not difficult to carry you now.” She was picking her dresses. I was waiting to carry her out. She tried quite a few but could not find a suitable one. Then she sighed, “all my dresses have grown bigger.” I smiled. But I suddenly realized that it was because she was thinner that I could carry her more easily, not because I was stronger. I knew she had buried all the bitterness in her heart. Again, I felt a sense of pain. Subconsciously I reached out a hand to touch her head. Our son came in at the moment. “Dad, it's time to carry mum out.” He said. To him, seeing his father carrying his mother out had been an essential part of his life. She gestured our son to come closer and hugged him tightly. I turned my face because I was afraid I would change my mind at the last minute. I held her in my arms, walking from the bedroom, through the sitting room, to the hallway. Her hand surrounded my neck softly and naturally. I held her body tightly, as if we came back to our wedding day. But her much lighter weight made me sad. On the last day, when I held her in my arms I could hardly move a step. “Our son had gone to school.” She said, “actually I hope you will hold me in your arms until we are old.” I held her tightly and said, “both you and I didn't notice that our life lacked intimacy.” I jumped out of the car swiftly without locking the door. I was afraid any delay would make me change my decision. I walked upstairs. Dew opened the door. I said to her, “Sorry, Dew, I won't divorce. I'm serious.” She looked at me, astonished. Then she touched my forehead. “You got no fever.” She said. I moved her hand off my head. “Sorry, Dew,” I said, “I can only say sorry to you, I won't divorce. My marriage life was boring probably because she and I didn't value the details of life, not because we didn't love each other any more. Now I understand that since I carried her into the home, she gave birth to our child, I am supposed to hold her until I am old. So I have to say sorry to you.” Dew seemed to suddenly wake up. She gave me a loud slap and then slammed the door and burst into tears. I walked downstairs and drove to the office. When I passed the floral shop on the way, I ordered a bouquet for my wife which was her favorite. The salesgirl asked me what to write on the card. I smiled and wrote, “I'll carry you out every morning until we are old.”
Beberapa Fakta yang aku liat selama disini :  - Ngga seperti orang Indonesia, ngga semua orang Jepang punya Sandal.
- Tidak semua orang Jepang tau cara menggunakan alat makan selain Sumpit dengan benar.
- Huruf V dibaca Bui.
- Salaryman atau pegawai kantoran laki2x sebagian besar berkameja putih polos.
- Sama seperti di Indonesia, tidak semua orang Jepang mengerti dialek daerah tertentu.
- Menyetir mobil jaman sekarang tidak perlu mengingat jalan karena ada GPS.
- Mengecek jadwal kereta adalah kewajiban, jadi bawalah HP kemana saja.
- Makan sambil berjalan atau bukan ditempat semestinya adalah Tabu.
- menyeruput Mie sambil bersuara adalah sopan.
- Porsi makan siang wanita2x ibukota biasanya luar biasa(tapi sehari cuma sekali makan saja).
- Tidak semua orang Jepang pernah menonton pertunjukan Kabuki secara langsung.
- Makan Steak dengan Nasi, itu biasa.
- Pada waktu naik eskalator : jalur sebelah kiri untuk yang mengantri, sedangkan kanan untuk yang berjalan(kecuali Osaka, sisinya berlawanan).
- Jangan harap bisa menawar barang dagangan bahkan di kaki lima.
- Hampir semua anjing berpakaian dan lucu2x.
- Mereka suka segala sesuatu yang mengantri tuntuk mendapatkannya.
- Katanya kalau ke disneyland bersama pasangan nanti bisa putus.
- Film Barat di JPN, ditayangkan dalam 2 versi : Asli/didubing oleh orang Jepang.
- Snack dengan rasa tertentu hanya keluar pada musim tertentu pula(panas/dingin saja).
- Pohon Lombok dijadikan tanaman hias dan buket dimusim panas.
(to be continued...) 
Ini cerita dari seorang teman yang bertahun silam pergi ke Papua New Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh dua orang temannya dan tinggal di sebuah rumah di pedalaman. Rumah ini dirawat oleh seorang lokal, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumah dan memasak.
Semuanya oke-oke saja, kecuali satu hal: mereka punya satu botol anggur yang mahal yang disimpan di ruang makan, yang setiap harinya sepertinya terus berkurang padahal mereka tidak pernah meminumnya. Anggur ini mahal dan mereka ingin menyimpannya untuk acara spesial. Yang mereka temukan adalah setiap hari jumlahnya sedikit demi sedikit berkurang. Mereka tidak punya tertuduh lain lagi selain sang penunggu rumah lugu tersebut, sebab ketiganya memang jarang di rumah.
Suatu kali ketiganya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan mereka merencanakan memberi pelajaran si penunggu rumah. Mereka mengambil botol anggur dan mengganti isinya dengan air seni mereka. Setelah itu mereka letakan kembali seperti biasa. Dan yang mereka temukan, setiap hari jumlah air seni ini pun berkurang seperti halnya anggur.
Suatu hari mereka tidak tega lagi membayangkan bahwa si penunggu rumah yang baik hati ini sampai meneguk air seni mereka. Mereka memutuskan untuk memanggil si penunggu rumah dan menanyakan perihal anggur. Dan dengan gaya yang tidak menuduh langsung, mereka mengatakan bahwa mereka perhatikan persediaan anggur mereka di satu-satunya botol di rumah itu selalu menipis, dan pasti ada seorang di rumah ini yang meminumnya!
Serta merta si penunggu rumah polos ini menyahut "Not me, Boss! Selama ini saya hanya selalu pakai untuk keperluan memasak untuk para Boss!"
Moral kisah : Kalau bisa bertanya, kenapa berasumsi? Kalau bisa sederhana, kenapa dibuat rumit?
Kadang kita justru mendapatkan akibat dari perbuatan kita sendiri, yang sebenarnya tidak perlu.
Sumber : Anonymous
"Yupe, semakin menebak semakin salah. Tapi terkadang semakin bertanya juga semakin tertipu. Mungkin ada baiknya percaya saja n serahkan semua kepada yg Diatas."
 | Origami | Apr 8, '08 12:10 AM for everyone |
 Berhubung Blog lama tempat corat-coret aku udah aku pensiun(melarikan diri dari apa yg ditulis lebih tepatnya), sekarang di blog ini aku pengen share banyak hal kecuali masalah pribadi(udah di cut). Akhir2 ini aku mulai punya hobi baru, bikin diary dgn Scrap Book, Origami plus Kirigami. Mungkin pertama-tama pengen bahas tentang Origami dulu. Sebenernya dari arti katanya aja udah bisa diketahui origami tu apaan. Jadi Origami(折り紙)itu berasal dari 2 kata Ori-melipat Kami-Kertas, jadi ya itu dia tadi artinya adalah Melipat Kertas. Duh njelasin gitu aja kog ribet ya^^ Nah Origami ini tujuannya untuk menciptakan suatu seni, objek, suatu bentuk ata u apalah itu dengan menggunakan kertas dengan sebisa mungkin tanpa menggunakan lem atau gunting untuk membentuk sesuatu. Dan kertas yang digunakan untuk Origami adalah kertas berbentuk segi empat sama sisi. Sebenernya kesenian melipat kertas ini ngga cuma ada di Jepan g aja, tapi kebetulan karena disini Origami termasuk sesuatu yang lumayan populer jadilah di luar negeri pun juga dik  enal orang. Tapi kesenian Origami yang dimulai sejak jaman Edo ini mulai sedikit melencen g d ari aturan-aturan awal-nya, dan lem serta gunting pun boleh ikut ambil bagian dalam mempercantik bentuk-bentuk yang ada. Tapi selama bisa menghasilkan sesuatu yang indah ngga ada salahnya kan buat dicoba.  Terakhir kali aku ke toko 100¥ nyari kertas buat Origami, ter nyata model, corak, warna dan ukurannya ada banyak sekali jenisnya. Sampe bingung mau beli yang mana. Cuma kalo menur ut aku, buat anak-anak kecil lebih baik beli yang ukuran 20x20 soalnya lebih gampang buat ngelipetnya plus ga harus sampe rapi-rapi banget juga masi bisa diterusin. Kalo buat dewasa, biar hasilnya lebih manis bagusnya si pake kertas ukuran 10x10 aja. Soalnya kalo kegedean ntar ngga keliatan "wah", kalo kekecilan susah banget ngebentuknya. Oya, kertas buat Origami biasanya cuma satu sisi yang berwarna, tapi sekarang udah banyak yang berwarana di 2 sisi. Tapi jan  gan sampe salah ngebedainnya dengan kertas washi(boneka kertas jepang). Jadi kalo seandainya bengong trus ngga tau mau ngapain, coba kumpulin kertas2 bekas trus cek situs2 Origami di internet, siapa tau bisa menghasilkan hiasan-hiasan yang indah. Laen kali aku cari trik-trik untuk melipat dengan indah. buat pemula : Origami Club Site
Tuhan tidak menciptakan wanita dari kepala laki-laki untuk dijadikan atasannya. Tidak juga Tuhan ciptakan wanita dari kaki laki-laki untuk dijadikan bawahannya. Tetapi Tuhan menciptakan wanita dari tulang rusuk laki-laki, dekat dengan lengannya untuk dilindunginya, dan dekat dengan hatinya untuk dicintainya.
Tuhan tidak menciptakan wanita sebagai komplementer atau sebagai barang substitusi apalagi sekedar objek buat laki-laki. Tetapi Tuhan menciptakan wanita sebagai teman yang mendampingi hidup Adam tatkala kesepian di surga. dan juga Tuhan menciptakan wanita sebagai pasangan hidup laki-laki yang akan menyempurnakan hidupnya sekaligus menjadi sebab lahirnya generasi, disamping tunduk dan beribadah kepada Tuhan Allah tentunya.
"Dia yang diambil dari Tulang rusukku...akan merasakan apa yang kurasakan, dan aku juga akan merasakan apa yang dia rasakan..."
Untuk semua yang pernah merasakan cinta....
1.Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.
2.Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang "sempurna" bagi seseorang.Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.
3.Jangan pernah bilang "I love you" kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong. Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya...
4.Cinta bukan "Ini salah kamu", tapi "Ma'afkan aku". Bukan "Kamu dimana sih?", tapi "Aku disini". Bukan "Gimana sih kamu?", tapi "Aku ngerti kok". Bukan "Coba kamu gak kayak gini", tapi "Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya".
5.Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.
6.Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.
7.Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.
8.Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.
9.Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya.
U said that it's enough for us, and it'll be enough. I said that it hurt me more, but u don't even want to stop. and i like a piece of paper, that has been torn and threw away from your book of life.... and now i am blown by the wind, To someone's pocket. That keep me warm..... so hurt but i already said good bye.... I close my story from that day. さよなら....its mean GoOd bYe ForeVa
My Plan and wish for at least next one-three years : 1. Doing my Job well and as long as i can.  2. Learn Japanese  and take JLPT lvl 1. 3. Saving more money.  4. Going to  Academy or take Master. 5. Take a trip to another  country. 6. Make my family proud of me  . 7. Wish i'll meet the  Mr. perfect. 8. Have a Romantic Purpose and Wedding  (first and the last). 9. Shape my body LoL(go to gym, eat and sleep properly)  . 10. Going Home.  I'll make a mark if i pass it. YOSH!!~~~  Let's start it...
Woro-woro buat anak-anak lulusan SMA Stece1, jangan lupa kalo tahun ini ada reuni akbar seakbar-akbarnya.....siapa tau bisa ketemu kenalan baru ato temen lama yang udah ga tau dimana rimbanya. Jadi jangan sampe ketinggalan  Info lebih lengkap : SEKRETARIAT PANITIA Lt. 3 SMA STELLA DUCE 1 Jl. Sabirin 1-3 Yogyakarta Telp. 02746615587 dan 0815 785 394 67 E-mail: lustrum12stece1alumna@gmail.com Website: Srikandi Merak Ati
Sekali lagi cerita yg aku culik dari koki kompas. (and seandainya bisa seperti ini huhu...but nobody's perfect)
Alkisah pada suatu hari.....Teriakan kencang seorang wanita terdengar dalam sebuah pertengkaran, sementara sang pria hanya diam dan kadang mengeluarkan sedikit jawaban. Tapi tampaknya sedikit jawaban itu cukup ’nyelekit’ buat sang wanita hinga membuatnya melemparkan beberapa kaset tape yang ada didekatnya ke arah sang pria. Ada satu kaset yang tepat mengenai tubuhnya sementara beberapa kaset yang lain dengan tenang ditangkapi oleh pria itu satu per satu. Kemudian sambil menahan marah, sang pria sholat dhuha kemudian berkata ’ma, aku pergi dulu ke kantor. aku minta maaf dan aku sudah ridho denganmu. jangan lupa sholat dhuha juga ya’. Malamnya saat pria itu pulang kantor dan memutuskan untuk tidur di kamar yang lainnya, demi menghindarkan bentrokan dengan istrinya, pria itu malah menemukan istrinya sudah berdandan cantik siap melakukan ’ritual minta ridho’ yang selalu dilakukan mereka tiap malam. Walau tetap dengan muka cemberut, mencium tangan sang pria dan berkata ’maafin mama ya, papa ridho dengan mama kan?’. Pernikahan mereka tepat tanggal 11 Juni 2008 ini akan berumur 30 tahun. Sang wanita memang masih kadang membuat masalah yang harus dibereskan oleh sang pria, tapi sang wanita itu juga masih selalu menjaga kehormatan sang pria, memanjakannya dan membantunya menaklukan dunia serta selalu membanggakan sang pria yang dianggapnya telah menyelamatkannya dengan membawanya ke jalanNYA. Walau kadang masih suka menggoda sang pria dengan menceritakan, betapa hebatnya pengaruh pesonanya terhadap sang pria dulu, sampai bisa membuat sang pria menolak perjodohan ayah sang pria dengan anak temannya yang sesama kyai di Blitar. Sang pria juga masih kadang membalas menggoda sang wanita, dengan menceritakan betapa pendeknya rok sang wanita berikut sepatu but tinggi sepaha, sewaktu kuliah dulu di Unibraw. Dan menceritakan betapa kesalnya dengan sang wanita yang selalu terlambat datang, dengan muka tidak bersalah diantarkan dengan mobil jip tentara ayahnya sampai tepat ke depan pintu ruang praktikum, dimana sang pria menjadi asisten dosennya. Dengan bangga juga bercerita tentang keterpaksaan sang pria menurunkan standar nilai, sampai wanita itu bisa mendapatkan nilai A dan mahasiswa lainnya yang sekelas dengan wanita itu jadi ikut menikmati taburan nilai A dan B dulu. Tapi sang pria itu juga bercerita dengan kagum, tentang sang wanita yang pintar mengatur uang dan rumahnya, yang sekarang telah menjadi istri sholehah dan membuat hidupnya lebih berwarna Dan pada suatu siang, aku menemukan sang pria dan wanita dengan rambut basah keluar dari kamar mandi dengan wajah tersenyum-senyum nakal, seperti anak abg yang tertangkap basah. Mereka menceritakan semua kisah itu kepadaku. Dan kepada Tuan Matahariku, sang pria menceritakan sesuatu nasehat, yang nantinya ternyata ia teruskan kepada adik laki-lakiku saat akan menikah : ’Di seluruh dunia, setiap wanita itu pasti menyusahkan. Semakin cantik seorang wanita, dia akan makin menyusahkan. Itu memang tugasnya sebagai wanita di dunia. Dan tugas sebagai pria di dunia, memang untuk menuntun dan melindungi mereka. Karena betapapun tingginya posisi mereka sebelum menikah, begitu malam pertama selesai, maka norma sosial yang menjadikan mereka sebagai ’warga kelas dua’, sayangnya masih berlaku di negara kita.’ ’Bolanya ada di tangan seorang pria. Berikut kewajiban yang menyertai hak ’keistimewaan’ itu. Pria diciptakan dengan hak badan yang jauh lebih kuat, sehingga betapapun besarnya pesona seorang wanita, tetap jadi merupakan kewajiban pria untuk memegang kendali atas pesonanya. Pria diciptakan dengan pikiran yang lebih rasional untuk memimpin wanita, sehingga jadi pihak yang akan dimintai pertanggungan jawaban atasnya nanti di padang mahsyar. Itulah mengapa seribu kali wanita mengatakan ceraipun hukum tidak akan jatuh, kecuali kalau pria melanggar ’taklik sighat’. Tapi begitu pria mengatakan cerai, satu kali saja, maka jatuhlah talak. Maka berhati-hatilah dalam memimpin. Setiap perkataan dan tindakan yang akan diambil tidak akan hanya mempengaruhi satu orang saja, apalagi jika ada kebahagiaan anak-anak yang dipertaruhkan di situ.’ ’Selama malamnya wanita itu masih ditiduri, selama permasalahannya tidak bertentangan dengan nilai agama, biarkan dia sekali-kali menang. Tidak akan jatuh kehormatanmu dengan sedikit menundukkan kepala di hadapannya. Wanita diciptakan dengan kebiasaan bertelepati yang membingungkan, tapi pada intinya mereka hanya ingin dipuji, dimengerti, dan dihargai. Dengan memberikan semua gajimu padanya tidak akan serta merta membuatmu rendah, justru malah menaikkan nilaimu di mata istrimu. Hal itu adalah simbolisasi pemberian kehormatannya sebagai ratu di rumahmu, sehingga ia akan memiliki kepercayaan diri untuk bisa membahagiakanmu dan sekaligus menumbuhkan keyakinannya untuk menjaga kehormatanmu sebagai pemimpinnya.’ ’Kesimpulannya adalah sebaiknya jadilah pria yang cerdas dalam memilihkan jalan yang bisa membawa kebahagiaan bagi istri, anak, juga dirimu sendiri.’ Itu semua nasehat sang pria. Tapi nasehat sang wanitalah yang membuat aku dan Tuan Matahariku tenang melangkah : ’Saat selesai akad nikah, mulai dari situ dunia barumu dan dirinya akan hanya berdua saja dalam satu perahu yang sama. Semua orang di luar perahumu adalah orang lain, termasuk orang tua dan semua keluarga. Kehormatanmu adalah kehormatannya, begitu juga sebaliknya. Dirimu adalah dirinya. Jangan pernah menceritakan kejelekan istrimu kepada ibumu, agar ia tidak akan menceritakan kurangnya gajimu kepada ayahnya. Karena bagaimanapun, kamu akan tetap jadi anak kesayangan ibumu dan ia akan tetap jadi gadis kecil ayahnya. Ingatlah, itu hanya akan saling mencoreng aib di muka sendiri. Bicarakan saja secara berdua saja semuanya dalam detil. Jangan saling bertelepati.’ ’Jangan campur adukkan hal ini dengan kewajibanmu berbakti kepada orang tua. Kalian masih tetap memiliki kewajiban yang sama untuk berbakti kepada orang tua, hanya saja masalahnya adalah orangtuamu tidak berada di perahu penuh cinta yang sama denganmu. Mungkin kemarahanmu akan mereda dengan melihat senyuman istrimu, tapi mungkin senyuman itu tidak akan berpengaruh dengan tanda jelek yang terlanjur kamu sematkan di dahi istrimu pada mata ibumu, saat dalam keadaan marah kau mengadukan kejelekan istrimu. Belalah istrimu di depan ibumu dengan santun, agar istrimu akan dengan suka rela meminta maaf kepada ibumu dan mulai belajar menganggap ibumu sebagai ibunya sendiri. Walau mungkin pada awalnya, ia melakukan itu hanya untuk menyenangkanmu, karena rasa bangganya sebagai istri yang begitu dicintai. Tunggu saja, tak berapa lama kamu pasti akan dapati tatapan hormat dari ayahnya sebagai sesama lelaki, karena ia sudah yakin anak gadisnya berada di bawah perlindungan tangan yang tepat.’ ’Teman dalam awal pernikahan mungkin hanya akan menimbulkan masalah, dibandingkan dengan keuntungan dari adanya jaringan pertemanan ini. Rasa aman yang masih belum mantap berdiri tegak di awal pernikahan, akan sedikit berat dalam menghadapi ekses yang mungkin timbul, dalam apapun itu kegiatan sosial sebagai manusia. Jika bisa langsung pulang ke rumah memeluk istrimu, untuk apa menghabiskan waktu di kedai kopi tanpa tujuan?. Buatlah prioritas. Kalau bisa menyenangkannya untuk apa harus membuatnya bersedih?. Bukankan senyumannyalah yang akan terus menumbuhkan cinta di hatimu?.’ ’Awal perselingkuhan dimulai dari merasa nyaman saat bersama orang lain untuk bercerita. Jadi, semarah apapun dirimu, jangan pernah memutuskan untuk tidak pulang ke rumah malam itu. Jangan pernah memutuskan untuk menceritakan permasalahanmu dengan orang lain, apalagi jika itu teman lain jenis. Selama permasalahanmu tidak ada hubungannya dengan kekerasan fisik atau perbuatan melanggar hukum, jika memang ingin bercerita, bukankah lebih damai menumpahkan semua hasrat di dada kepada Sang Maha Kuasa?. Jangan saling melakukan sesuatu yang tidak disukai untuk orang yang kamu nikahi, karena bukankah dulu dirimu pernah merasa begitu mencintainya, hingga pernah melakukan semuanya hanya untuk menyenangkannya?. Untuk apa menyulut api yang akan membakar perahumu sendiri?.’ Ingatlah setiap pasangan itu kufu’ di mata Allah. Jadi jika yakin menjadi laki-laki baik, maka percayalah dengan janji Allah, bahwa istrimu pasti sebaik dirimu. Berusahalah jadi istri yang baik agar suamimu pasti akan berusaha menjadi yang lebih baik lagi. Jangan lakukan sesuatu yang mengurangi nilaimu di mataNYA, hingga membuatmu tak sepadan dengan pasanganmu. Jika memeluk laki-laki lain akan mengurangi nilaimu di mata Allah, karena suamimu tak menyukainya dan tak melakukannya, sebaiknya dipikirkan lagi untung-rugi kemungkinan konsekuensinya. Lakukan saja tugasmu sebagai manusia yang baik di mata Allah dan biarkan Allah menjalankan hak prerogatifnya. Pasrahkan saja semuanya ke tangan Allah, karena pernikahan akan terlalu melelahkan untuk dijalani, jika harus diisi dengan ketidakpercayaan. Saat engkau rasanya susah untuk mempercayai istrimu, engkau pasti percaya dengan janji Allah kan? jadi itu sudah CUKUP. Allah maha tahu dan maha adil. Oke, hanya ini yang ingin aku bagi denganmu. ’Bolanya’ ada di tanganmu. I know, semuanya gak akan jadi perjalanan yang mudah. Tapi Cinta memang bukan perkara mudah karena di hati lengkap jadi satu semua rasa sayang sekaligus gairah, kagum sekaligus rasa takut disakiti, rasa ingin melindungi sekaligus egoisme, rasa posesive sekaligus bangga, rasa kebingungan sekaligus keinginan untuk membahagiakannya dan juga rasa ingin menyerah saat semuanya terasa menyedihkan dan gak masuk akal sekaligus rasa untuk selalu kembali mengejarnya saat mengingat semua tentangnya yang membuamu merasa bahagia dan damai. Semua perasaan itulah yang membentuk Cinta dan justru malah menjadikan seseorang yang membuatmu merasakannya adalah ’The one’. Dan bukankah semua pernikahan juga tak akan mudah?. Jadi, bukankah lebih menyenangkan melewati perjalanan yang memang tidak akan mudah bersama orang yang kita cintai?. Tetaplah dekat dengan Allah dan semuanya insyaAllah akan baik-baik aja. Oh ya, satu lagi. Aku ingin menyampaikan titipan salam dari Sang Pria dan Sang Wanita ’Selamat datang di keluarga, dan selamat berjuang menjadi imam yang terbaik’. PS. Aku tau kalau kamu pria yang cukup cerdas, sampai bisa membuatnya terus ’mati langkah’, jadi aku percaya pilihanmu nanti juga pasti hasil keputusan cerdas. Mungkin kamu bisa membagi email ini dengan ’neng merepotkan’ itu, kalau sudah baikan. Walau dia pasti akan marah lagi padaku kalau tau, aku melanggar janjiku untuk tidak ikut campur lagi dengan hidupnya. Itu memang kutukanku hehehe. Ada satu trik untukmu yang dilakukan oleh Tuan Matahariku, sampai bisa membuatku merasa bertekuk lutut di hadapannya dan membiarkannya menuntunku ke jalanNYA, walau anehnya Tuan Matahariku malah selalu merasa kalau justru akulah yang menguasainya. Sederhana aja kok, ’Berpikirlah dan Jadilah Pria Sejati, lengkap dengan segala atributmu saat berhadapan dengan Wanita Sejati, yang juga lengkap dengan segala atribut merepotkannya’.
Sumber : Koki
Shinjuku(新宿), aku kalo tiap denger nama daerah ini yang kebayang tu cuma terminal. Mungkin kalo dijakarta kaya daerah Pulogadung gitu deh. Soalnya line di Stasiun Shinjuku tu banyak banget, mungkin paling banyak dr yang aku tau selain di Sinagawa atau Yokohama kali ya. Makanya buat orang yang jarang-jarang kesini buat janjian kudu tau betul keluar lewat line apa, dipintu mana. Soalnya aku dulu ampe nyasar2 ngga bisa keluar, bahkan pernah udah masuk kedalem stasiun bingung nyari pintu keluar, ato kalo ngga bingung mau nyariin line yang aku pengen naekin. Pernah juga nyasar dipintu yang salah, akhirnya harus muterin stasiun dari pinggir jalan diluar(cape banget gara2 melingker gt), kalo lewat dalem si mgkn lebih cepet, tapi ada beberapa bagian yang ngga tembus krn ditengahnya ada tempat berenti kereta, belum lg petunjuknya yang banyak banget bikin bingung aja.
Yup back to the topic, Shinjuku letaknya masi didalem perfektur Tokyo alias region Kanto. Disini tempatnya pusat administrasi pemerintahan daerah Tokyo, jadi ngga heran kalo banyak banget gedung-gedung tinggi & juga hotel-hotel karena emang tempatnya strategis. Ngga Cuma buat tempat pemerintahan atau perkantoran, tapi tempat makan & hiburan juga banyak banget disini. Jadi bisa dibilang kota serba ada deh. 
Hypnotic Eye Pertama kita mulai dari Department Store ama Fashion Store nya dulu kali ya, disini ada Takashimaya, Odakyu, Keio, Lumine, 0101, dsb. Trus juga ada Tokyu Hands, ama toko buku Kinokuniya yang gede banget. Juga outlet-outlet GAP, Zara, dsb. Toko elektronik dari Yodobashi atau BiGCam, semuanya ada deh tinggal sebut aja trus search diinternet buat nyari tau lokasinya(ini wajib hukumnya daripada nyasar).    
Selain tempat shopping, disini banyak juga restoran-retoran yang jual macem-macem jenis makanan, dari Chinese Food, Italian Food Indian Food, South East Food(Thai, Malay, Singapore, Viet, Indonesia) semuanya ada tinggal pilih. Belum lagi buat yang suka nongkrong pas malem minggu ada tempat-tempat buat minum ato yg biasa disebut izakaya(居酒屋) biasanya kalo ini itungannya per 90min atau 2 jam. Buat yang suka makan All-u-can-eat(食べ放題)mungkin disini kali ya surganya, soalnya murah, biasanya lunch untuk makanan Thai, India, Pasta, atau yakiniku itu sekitar seribu-1500yen aja. 
Shinjuku Shoutern Lantern
Selain itu untuk tempat hiburan disini juga ada tempat main bowling, bilyard, bioskop, karaoke, game center, trus ngga lupa di district yang namanya kabukicho(歌舞伎町) bisa ngeliat hiburan buat yang udah cukup umur. Maksudnya apaan? Ya udah taulah disana itu tempatnya para host, banyak baliho2 gede yang isinya Cuma gambar cewe-cewe cantik nan seksi ato cowo-cowo yang mukanya mirip anggota F4 ato dengan kata lain ini red light districtnya Tokyo. Temen yg lagi begaya di Kabukicho
Tapi kalau mau liburan bareng keluarga juga bsia kog kesini, tinggal jalan aja ke Tokyo Tochō (The Tokyo Metropolitan Government) Building, dari lantai 45 bisa liat pemandangan gedung2 tertinggi disekitar Shinjuku(ada dua tower bagian utara&bagian selatan). Sekalian didalem sana juga bisa beli macem-macem souvenir khas jepang. Selain itu juga ada 2 taman yaitu Shinjuku Gyoen (the Shinjuku Imperial Gardens) & Shinjuku Chūō Kōen (Shinjuku Central Park). Tentang Shinjukugyoen udah pernah aku certain di blog sebelumnya(masuknya bayar), tapi kalo untuk Shinjuku Chūō Kōen free.

Selain tempat yang aku sebut tadi masi banyak lg yang lainnya, Cuma aku sendiri belum sempet jelajahin semuanya, ntar kalo udah aku certain lagi satu. Mgkn yang aku pengen cari berikutnya : LOVE sculpture, Waseda daigaku ‘Okuma kodo’ (Waseda university 'Okuma auditoriums'), Meiji Jingu Shoutoku kinen kaigakan (The Shotoku anniversary museum in the Outer Gardens of Meiji Shrine), Kyu Ogasawara tei (The Ogasawara House), Shinjuku ni-chōme: Tokyo's best-known gay district, ya kira2 itu rencana jalan-jalan selanjutnya kalo pas ke Shinjuku.
Untuk list train yang lewat stasiun ini antara lain : * JR East o Yamanote Line: Takadanobaba, Shin Okubo, Shinjuku Stations o Chūō Main Line, Chūō-Sōbu Line: Yotsuya, Shinanomachi, Shinjuku, Okubo Stations o Saikyō Line, Shōnan-Shinjuku Line: Shinjuku Station * Tokyo Metro o Marunouchi Line: Yotsuya, Yotsuya Sanchōme, Shinjuku Gyoenmae, Shinjuku Sanchōme, Shinjuku, Nishi Shinjuku Stations o Yurakucho Line: Ichigaya, Iidabashi Station o Tōzai Line: Kagurazaka, Waseda, Takadanobaba, Ochiai Stations o Namboku Line: Iidabashi, Ichigaya, Yotsuya Stations * Tokyo Metropolitan Bureau of Transportation o Toei Shinjuku Line: Akebonobashi, Shinjuku Sanchōme, Shinjuku Stations o Toei Oedo Line: Ochiai Minaminagasaki, Nakai, Nishi Shinjuku Gochōme, Tochō-mae, Kokuritsu Kyōgijō, Ushigome Kagurazaka, Ushigome Yanagichō, Wakamatsu Kawada, Higashi Shinjuku, Shinjuku Nishiguchi Stations o Toden Arakawa Line: Omokagebashi, Waseda Stations * Odakyu Electric Railway Odawara Line: Shinjuku Station * Keio Corporation Keiō Line, Keio New Line: Shinjuku Station * Seibu Railway Seibu Shinjuku Line: Seibu-Shinjuku, Takadanobaba, Shimo-ochiai, Nakai Stations
Lagi pengen cerita yang pendek2 aja d kali ini, Cuma mungkin gambar-gambarnya ngga gt banyak.
Selama ini aku tinggal dikota yang namanya Machida. Kalau bilang Machida masih termasuk wilayah Tokyo sih, Cuma kalo kata room mate aku dulu sebenernya Machida itu udah bisa dibilang desa(田舎) karena tempatnya ada dipinggiran Tokyo yang pinggir banget alias diujung. Cuma karena di Machida fasilitasnya lumayan lengkap dari departemen store, 2 stasiun gede untuk JR & Odakyuu, tempat makan, pertokoan, dan komplek perumahan juga. Jadi buat aku yang pertama kali dating ke Jpn trus tinggal ditempat seperti ini lumayan ngerasa enjoy si, karena apa2 ada. Tapi karena fasilitasnya yang lumayan lengkap, otomatis populasinya juga banyak, jadi untuk tempat tinggal kalo deket2 stasiun pasti mahal harganya, kereta juga pasti rame.   
Sebenernya kalo ngomongin Tokyo, kalo bukan org Jpn kan biasanya suka nanya : kamu tinggal dimana? Di Tokyo bukan?...aku si biasanya jawab iya….Tapi kalo mau bilang Tokyo sendiri tu sbenernya luaaaas banget, jadi biarpun punya kenalan yg sama2 tokyo belum tentu tempat tinggalnya deket. Sebenernya tempat yang disebut Tokyo sendiri tu adanya bener2 dipusat Tokyo, tapi jangan dipikir trus disana pusat dr semuanya…nope. Biarpun aku lom pernah muterin kota Tokyo, tapi menurut cerita kalo dibandingin Shibuya, Shinjuku, Ginza, dkk pasti kalah rame deh.  Ngomong2 tentang tempat-tempat rame, sebenernya kalo mau liat semua tempat OK di pusat Tokyo, kita Cuma perlu naek kereta di line Yamanote. Jalur kereta ini ngga ada putusnya krn bentuknya lingkaran, jadi Cuma ada 2 arah(searah jarum jam atau berlawanan jarum jam). Sampe sekarang aku belum ngunjungin semua tempat yang ada dijalur itu Cuma buat bayangan aja line ini ngelewatin : shibuya, harajuku, Shinjuku, ikebukuro, akihabara, ueno, sinagawa, itu beberapa tempat yang cukup terkenal disini. Kalau Cuma duduk diem dikereta sampe balik ketempat semula mgkn kira2 perlu 40-50 min menurut perkiraan aku(nanti aku cek lagi d). Jadi kadang kalau misalnya kita ngga tau hari libur mau ngapain, cobain d duduk terus dikereta itu sambil nikmatin tidur siang siapa tau dapet kenalan baru. Selain Tokyo, kalo kita nyebut jpn pasti org bakalan nyebut Osaka atau Hokaido, sebenernya ini kota-kota yang memang lumayan popular, tp tempatnya lumayan berjauhan. Tokyo letaknya diwilayah Kanto, Osaka di Kansai sedangkan Hokaido adanya Di Pulau paling utara Jepang. Buat pergi dari satu tempat ketempat lainnya bisa naek pesawat, kereta, mobil atau shinkansen, Cuma tetep aja jauh si hohoho.
Sementara segitu dulu d. Berhubung besok udah weekend, ntar aku bahas lagi lebih detail.
| JANUARY: CARNATION Representing pride, beauty, admiration and gratitude, the carnation’s multilayered, feathery soft petals conceal a hardy core – an appropriate paradox for this first-month-of-the-year flower. Originally from Asia, where they’ve been cultivated for the last 2,000 years, today this winter birth flower is a richly colorful and fragrant gem.
| | FEBRUARY: IRIS It should come as no surprise that the iris's three upright petals symbolize faith, valor and wisdom. With its majestic purple hues and soaring slender stem, this dignified and graceful February birth flower dates back to Ancient Greece, when Iris, the messenger of the gods and the personification of the rainbow (the Greek word for Iris), acted as the link between heaven and earth.
| | MARCH: DAFFODIL When the bright yellow daffodil pokes through late winter's ground, it's like a long-awaited friend returning home – a birth flower anyone would be proud to call their own. Symbolizing rebirth and new beginnings, particularly when presented in an abundant bouquet, daffodils promise happiness and joy.
| | APRIL: DAISY Legend has it that the daisy originated from a nymph who transformed herself into a charming but unassuming wildflower to escape unwanted attention. Epitomizing childlike joy and playfulness, this April birth flower captures the essence of spring’s happy-go-lucky, forever-young attitude.
| | MAY: LILY Lilies were so revered by the ancient Greeks that they believed they sprouted from the milk of Hera, the queen of the gods. Long tied to the Virgin Mary, the white Madonna lily represents virtue, while the lily of the valley conveys sweetness and humility. In the language of flowers, this May birth flower expresses purity of heart, majesty and honor.
| | JUNE: ROSE Long a symbol of love and passion, the rose is rich with history and meaning. Aphrodite, the Greek goddess of love, presented a rose to Eros, and Cleopatra lured Mark Antony with a room knee-deep in rose petals. Though each color offers a distinct meaning – and the number of stems offers a singular message – this June birth flower signifies beauty and perfection.
| | JULY: DELPHINIUM With its lush, dolphin-shaped flowers, the aptly named delphinium – or larkspur – symbolizes an open heart and ardent attachment. Also signifying a feeling of lightness and levity, the gentle hues and refreshing fragrance of this summer birth flower give it a refreshing and distinctive natural beauty.
| | AUGUST: GLADIOLA Gladiola, the August birth flower, represents strength and moral integrity – not surprising when you consider that its name comes from the Latin word for sword, “gladius.” But while its sword-shaped stems may imply Roman gladiators, its romantic flowers are capable of piercing a heart with their beauty – explaining why infatuation is another one of its meanings as well.
| | SEPTEMBER: ASTER With their lush texture, rich hues and wildflower beauty, it's easy to see why asters have had a long association with magical powers. In ancient times, it was believed that when aster leaves burned, their perfume could drive away evil. Today, this autumn birth flower is known as a talisman of love and an enduring symbol of elegance.
| | OCTOBER: MARIGOLD With their rich, autumn-colored hues, marigolds are the quintessential October birth flower. Early Christians called marigolds Mary’s Gold, and placed it by statues of the Virgin Mary. Brilliant and colorful, with a late-harvest warmth and a broad open bloom, marigolds signify affection and grace.
| | NOVEMBER: CHRYSANTHEMUM Chrysanthemums, a symbol of the sun, have held many noble positions in ancient cultures. The Japanese consider the orderly unfolding of their petals to represent perfection, and Confucius suggested they be used as an object of meditation. Signifying optimism and happiness, it’s said that a single petal of this November birth flower placed at the bottom of a wine glass will encourage a long and healthy life.
| | DECEMBER: POINSETTIA Also known as the Christmas flower, legend has it that poinsettias began as a humble weed. When a little girl – with no means for a grander gift – placed weeds on a church alter, they turned into brilliant red blooms. Symbolizing good cheer and merriment, this December birth flower is a fitting tribute to December’s joyful celebrations. |
Red | Love, Beauty, Courage and Respect, Romantic Love, Congratulations, "I Love You", "Job Well Done", Sincere Love, Respect, Courage & Passion | | Red (Dark) | Unconscious beauty | | Red (Single) | "I Love You" | | Deep Burgundy | Unconscious Beauty | White | Purity, Innocence, Silence, Secrecy, Reverence, Humility, Youthfulness, "I am worthy of you", Heavenly | | White (Bridal) | Happy love | Pink | Appreciation, "Thank you", Grace, Perfect Happiness, Admiration, Gentleness, "Please Believe Me" | | Dark Pink | Appreciation, Gratitude, "Thank You" | | Light Pink | Admiration, Sympathy, Gentleness, Grace, Gladness, Joy, Sweetness | Yellow | Joy, Gladness, Friendship, Delight, Promise of a new beginning, Welcome Back, Remember Me, Jealousy, "I care" | | Yellow with Red Tip | Friendship, Falling in Love | Orange | Desire, Enthusiasm | | Red and White | Given together, these signify unity | | Red and Yellow | Jovial and Happy Feelings | | Peach | Appreciation, Closing the deal, Let's get together, Sincerity, Gratitude | | Pale Peach | Modesty | | Coral | Desire | Lavender | Love at first sight, Enchantment | | Orange | Enthusiasm, Desire, Fascination | | Black | Death, Farewell | | Blue | The unattainable, the impossible | | Single in any color | Simplicity, Gratitude | | Red Rosebud | Symbolic of purity and loveliness | | White Rosebud | Symbolic of girlhood | | Thornless Rose | "Love at first sight" |
 Hari ini ke Shinjukugyoen lagi untuk kedua kali(yang pertama kali waktu pas Fall2007). Rencananya hari ini tu mau warming up sebelum mulai liat Sakura, jadi kita hari ini hunting 梅の花( umenohana-Plum Flowers). Bunga plum emang mirip dengan bunga sakura tapi bedanya warna bunga ini tu lebih terang, dan biasanya memang mekar lebih dulu daripada sakura(padahal aku sendiri belum pernah liat bunga sakura yang beneran seperti gimana hehe...) Nah makanya waktu dulu-dulu sebelum aku kejepang ada sensei yang pernah bilang kalo jangan sampe salah pas ngebedain sakura sama bunga plum, soalnya warnanya sama-sama pink.  Ya balik lagi ke Shinjuku, Hari ini yang pergi gabungan dari anak fct Indo ama China. Udah lama ngga ketemu mereka-mereka(ama anak2 C) jadi sekalian deh buat ngobatin kangen..oya trus ternyata begitu sampe ke Shinjukugyoen pohon plum sebenernya lumayan banyak, tapi ternyata suhu udara didaerah situ belum cukup anget buat maksa supaya si pohon cepet berbunga....sayang banget deh padahal uda cape-cape kesana. Jadi cuma dikit yang bebunga dan itu juga ngga full satu pohon penuh bunga. Tapi masi bisa liat-liat pemandangan yang lain kog. Terutama dibagian Japanese Style Garden, karena sebelumnya belum pernah kebagian ini. Disini banyak kolam-kolam yang lumayan gede dan ada isi ikan mas gede-gede ama bebek yang berenang. Padahal awalnya aku kira saking dinginnya mungkin tu ikan-ikan uda pada mati beku jadi kolamnya kosong...tapi ternyata aku salah. Dan entah kenapa si bebek seneng banget godain si ikan sambil ngejer trus gigitin ekor mereka.  Di bagian Japanese Style ini pohon plum-nya lumayan banyak. Ngga cuma plum si ada yang lain juga cuma aku ngga merhatiin namanya apa. Trus disana juga ada tempat buat ikut upacara minum teh(Untuk ikutan perlu bayar lagi sekitar 700¥). Nah abis muterin taman ini kira-kira satu setengah jam ngga kerasa akhirnya uda ampir lewat jam makan siang, jadinya kita keluar dan lanjut makan di yoyogi. Mungkin nanti pas udah beneran musim semi, aku pasti bakal dateng lagi buat liat bunga-bunga yang cantik.
Diambil dari KOKI-Kompas Apa itu Cinta? 1. "Ketika Nenekku kena atritis trus dia kagak bisa bungkuk untuk mencat kuku-kukunya. Trus, Kakek saya mencat kuku-kuku Nenek saya. Dia melakukannya terus menerus tiap hari, padahal Kakekku juga kena atritis. Itulah cinta." (Rebecca, 8) 2. "Ketika ia mencintaimu, ia memanggil namamu sangat berbeda. Kamu jangan cemas, namamu aman di mulut mereka" (Billy, 4) 3. "Cinta itu ialah ketika seorang cewek memakai parfum trus si cowoknya memakai cologne trus mereka berduaan pergi ke luar dan mencium bau pasanganya" (Kari, 5) 4. "Cinta itu ialah ketika kamu makan bersama di luar trus kamu memberikan hampir semua French fries tanpa meminta mereka memberikannya untuk kamu"(Chrissie, 6). 5. "Cintalah yang membuat kamu tetap tersenyum walaupun sedang capek" (Terri, 4). 6. "Cinta ialah ketika Mommy membuat kopi untuk Daddy trus Mommy minum dulu sedikit sebelum memberikannya ke Daddy supaya yakin rasanya sudah OK" ( Danny, 7). 7. "Cinta itu ialah ketika kamu mencium seseorang sepanjang waktu. Bila kamu sudah capek mencium kamu masih juga mau bersama dirinya dan masih saling bicara sangat banyak. Mami dan Dadyku selalu seperti itu" (Emily, 8). 8. "Cinta ialah apa yang ada di dalam kamarmu waktu Natal, waktu kamu berhenti membuka kado lalu mendengar" (Bobby, 7). 9. "Cinta ialah ketika kamu bilang ke cowok bahwa bajunya bagus dan cowok itu pakai terus baju itu setiap harinya" (Noelle, 7). 10. "Cinta itu bagaikan seorang nenek tua yang mungil dan seorang kakek tua yang mungil yang tetap bersahabat walau sudah sangat saling mengetahui satu sama lainnya baik" (Tommy, 6). 11. "Waktu aku memainkan piano di panggung, saya sangat gugup dan takut. Saya lihat semua orang menatap saya, dan saya juga melihat Dadyku, dia melambaikan tangan dan menatap saya dan tersenyum. Hanya dia yang melakukan itu. Makanya saya tidak gugup lagi. (Cindy, 8). 12. "Mamiku sangat mencintai saya lebih dari siapa pun. Tidak seorang pun seperti Mami, dia mencium saya untuk membuat saya tidur setiap malam" (Clare, 6). 13. "Cinta ialah waktu Mamiku memberikan sepotong ayam goreng yang terbaik untuk Dadiku" (Elaine, 5). 14. "Cinta ialah ketika Mami melihat Dady berkeringat dan bau tetapi masih juga Mami bilang bahwa Dady itu lebih ganteng dari Robert Redford" (Chris, 7). 15. "Cinta ialah ialah ketika anjing kesayanganmu menjilati wajahmu walau kamu baru saja meninggalkannya seharian" (Mary Ann, 4). 16. "Ketika kamu mencintai seseorang, bulu matamu naik dan turun dan bintang-bintang kecil keluar berterbangan darimu" (Karen, 7).
Nasihat Mengenai Cinta 1. "Pacaran itu hanya untuk senang-senang, mereka harus menggunakannya untuk saling mengenali. Juga para cowok banyak yang mau mereka katakan kalau kamu menengarkan cukup lama" (Lynnette, 8). 2. "Habiskan waktumu untuk bercinta daripada pergi bekerja" (Dick, 7). 3. "Jangan sampai lupa nama isterimu, karena bisa menghancurkan cinta" (Erin, 8). 4. "Jadilah pencium yang baik. Itu mungkin bisa membuat isterimu lupa bahwa kamu ngga pernah membuang sapah" (Dave, 8). 5. "Jangan sampai bilang bahwa kamu mencintai seseorang terus pikiranmu berubah. Cinta itu bukan seperti memilih film apa yang hendak ditonton" (Natalie, 8) 6. "Katakan kepada isterimu bahwa dia terlihat cantik walaupun mukanya seperti sebuah truk!" (Ricky, 7). 7. "Jika kamu mau menjadi pencinta yang lebih baik, kamu harus mulai dengan mencintai teman yang kamu benci" (Nikka, 6). 8. "Jangan pernah mengatakan I LOVE YOU kecuali kamu sungguh mengerti maknanya. Tapi jika kamu mengerti maknanya, kamu harus sering mengatakannya, soalnya orang sering lupa" (Jessica, 8). Cinta dan Perkawinan 1. "Saya kira itu seperti ketika kita kena tembak anak panah atau sesuatu tetapi tidak merasakan sakit sama sekali" (Manuel, 8). 2. "Tak ada yang tahu mengapa terjadi, tetapi saya dengar ada hubungannya dengan penciuman, makanya parfum dan dedoran sangat terkenal dan laris" (Mae, 9). 3. "Nanti setelah saya tamat Taman Kanak-Kanak, saya akan mencari isteri" (Tom, 5) 4. "Pada hari pertama pacaran mereka hanya saling bohong, makanya mereka saling tertarik untuk date lagi yang kedua kalinya" (Mike, 10) . 5. "Mommy ku bilang untuk mencari lelaki yang baik. Itu yang akan saya lakukan. Saya akan mencari seseorang yang tinggi dan ganteng" (Carolyn, 8). 6. "Memikirkan soal cinta membuat saya sakit kepala. Saya hanya anak kecil. Saya ngga mau mempunya masalah seperti itu" (Kenny, 7). 7. "Biasanya setelah pacara beberapa lama, si cowok melamar si cewek. Dia bilang bahwa dia akan membawa cewek itu seumur hidupnya atau sekurangnya sampai punya anak dan bercerai" (Anita, 9). 8. "Kebanyakan lelaki itu tak berotak, maka kamu harus mencoba lebih dari sekali untuk menemukan yang hidup" (Angie, 10). 9. "Seorang pria dans eorang wanita saling berjanji untuk selalu bersama-sama di waktu sakit, susah, dan senang" (Marlon, 10). 10. "Menjadi jomblo itu lebih baik, alasannya karena saya tidak mau menggantikan diapers. Tentu saya akan emnikah, saya akan memikirkannya. Say baru saja menelpon Mommi ku untuk minum kopi dan mengganti diaper" (Kirsten, 10).
Mengapa Cinta Terjadi antara Dua Orang 1. Tak seorang pun tahu mengapa hal itu terjadi tetapi saya dengar hal itu berhubungan dengan smell. Makanya parfum dan deodoran sangat laris. (Mae, 9) 2. Yang satu punya freckles makanya dia menemukan yang punya freckless juga (Andrew, 6) 3. Seperti apa sih jatuh cinta ya? Seperti salju yang longsor, kita harus lari cepat untuk selamatkan hidup kita (John, 9) 4. Jika jatuh cinta itu seperti belajar bagaimana mengeja, mending ngga deh, abis lama sekali belajarnya (Glenn, 7)
Pentingnya Cantik dan Ganteng di dalam Cinta 1. Jika Anda ingin dicintai seseorang yang bukan sanak saudara, ngga cantik juga ngga apa-apa" (Anita C., 8) 2. Cinta kan bukan hanya soal tampang. Coba lihat saya. Saya ganteng seperti juga lainnya tapi ngga ada yang mau menikahi saya" (Brian, 7). 3. Cantik itu hanya setebal kulit. Tetapi seberapa kaya Anda, itulah yang dapat abadi" (Christine, 9)
Tingkah Mereka yang Sedang Jatuh Cinta. 1. "Mooshy ... seperti anak anjing, bedanya hanyalah anak anjing tidak mengibaskan ekornya sesering mereka" (Arnold, 10) 2. "Semua tiba-tiba berubah, seperti menjadi pecandu nonton film sehingga mereka bisa duduk berdampingan di temapat yang gelap " (Sherm, 8 ). Mengapa Orang yang Jatuh Cinta Bergandengan Tangan? 1. "Mereka mau meyakinkan kita bahwa cincin mereka tidak akan jatuh karena telah dibeli dengan harga yang mahal" (Gavin, 8). 2. "Mereka hanya melakukan latihan supaya suatu ketika mereka lancar berjalan sepanjang lorong dalam hari pernikahan mereka" (John, 9 ). Rahasia Cinta 1. "Saya pasti mengutamakan cinta sejauh tidak bersamaan dengan acara "Dinosaurus di Televisi." (Jill, 6). 2. "Cinta itu bodoh, walau begitu, saya pasti mencobanya suatu waktu nanti" (Floyd, 9). 3. "Cinta akan menemukan Anda, walaupun Anda mencoba bersembunyi darinya. Saya sudah pernah mencoba bersembunyi darinya. Saya sudah pernah bersembunyi darinya sejak saya berumur lima tahun tetapi cewek-cewek itu tetap saja dapat menemukan saya" (Dave, 8). 4. "Saya ngga terburu-buru untuk jatuh cinta. Abis, baru jadi murid di kelas empat SD saja sudah susah sekali" (Regina, 10 ).
Kualitas yang Dimiliki untuk Menjadi Pencinta yang Baik. 1. "Menjadi sensitif itu tidak menyakiti" (Robbie, 8). 2. "Salah satu dari kalian harus tahu cara menulis check, karena walau kalian punya berton-ton cinta tetap saja masih banyak sekali bills yang harus dibayar" (Ava, 8).
Cara Membuat Orang Jatuh Cinta pada Kita 1. "Katakan pada mereka bahwa Anda memiliki toko manisan" (Del, 6). 2. "Coba memekik dengan kuat bahwa Anda mencintai dia dan jangan cemas walaupun orang tua mereka ada di sana" (Manuel, 8). 3. "Jangan melakukan seuatu yang berbau ngga sedap, bersepatu warna hijau. Kan nanti Anda mendapatkan perhatian, tetapi kan perhatian tidak sama dengan cinta" (Alonzo, 9). 4. "Salah satu caranya ialah mengajak cewek makan ke restoran. Harus yakin bahwa bahwa dia menyukai makanan yang dipesan. French fries bisanya efektif untuk saya" (Bart, 9).
Mengamati Pasangan Cinta yang Makan di Restoran 1. "Cukup hanya dengan melihat apakah si cowok yang membayar billnya atau bukan. Di situlah kita tahu bahwa ia mencintai cewek itu" (Bobby, 9). 2. "Mereka yang saling cinta biasanya saling menatap satu sama lain dan membiarkan makanan mereka menjadi dingin" (Bart, 9). 3. "Orang yang jatuh cinta biasanya berpakaian bagus dan rapi sekali, sehingga jika mereka hanya memakai jean mungkin mereka hanya berteman atau barusan saja putus" (Sarah, 9). 4. "Gampang, lihat saja apakah ada bekas lipstik di pipi atau bibir si cowok" (Sandra, 7). 5. "Biasanya benar mereka saling cinta jika memesan makanan dessert yang dibakar. Mereka suaka yang begitu karena begitulah pula hati mereka, sedang membara" (Christine, 9).
Lagu yang Ingin Kamu Nyanyikan untuk Kekasihmu? 1. "How Do I Love Thee When You're Always Picking Your Nose?'" (Arnold, 10). 2. "You Are My Darling Even Though You Also Know My Sister" (Larry, 8). 3. "I Love Hamburgers, I Like You!'" (Eddie, 6) 4. "I Am in Love with You Most of the Time, but Don't Bother Me When I'm with My Friends." Bob, 9). 5. "Hey, Baby, I Don't like Girls but I'm Willing to Forget You Are One!" (Will, 7) 6. "How Do I Love Thee When You're Always Picking Your Nose?" ( Arnold, 10) 7. "Honey, I Got Your Curly Hair and Your Nintendo On My Mind" (Sharon, 9).
Apa dalam Pikirannya ketika Mengucapkan "I Love You"? 1. "Orang itu berpikir: Yeah, saya sungguh mencintainya. Tetapi dalam hati berharap agar ia mandi sekurangnya sehari sekali" (Michelle, 9). 2. "Beberapa dari mereka mungkin menjadi nervous, sehingga mereka sangat gembira bahwa mereka akhirnya dapat hang out dinner besama" (Dick, 7).
Ciuman 1. "Ketika pertama kali mencium, mereka biasanya jatuh saling bertindihan trus ngga bangun-bangun lagi lebih dari satu jam" (Wendy, 8 ). 2. "Jangan pernah mencium di depan orang. Itu sangat memalukan jika ada yang melihatmu. Jika tidak ada yang melihat, saya juga mau mencobatnya dengan seorang cowok yang ganteng, cukuplah untuk beberapa jam saja" (Kally, 9). 3. "Aturan hukum menetapkan bahwa kita harus berumur 18 tahun sehingga saya ngga berani merusak hidupku" (Curt, 7). 4. "Aturannya begini: kamu mencium seseorang, lalu kamu harus menikahinya dan memiliki anak dengannya" (Howard, 8).
Bagaimana Ciuman Ditemukan? "Saya tahu bagaimana ciuman diciptakan. Ciuman akan membuat Anda merasa hangat seluruh badan apalagi mereka umumnya saat itu tidak punya pemanas elektrik atau perapian atau bahkan kompor di rumah mereka" (Gina, 8).
Bagaimana Mereka Belajar Berciuman? 1. "Kamu bisa melakukan latihan dengan Boneka Barbie dan Ken" (Julia, 7) 2. "Kamu bisa langsung melakukknnya ketika ada perasaan itu datang" (Brian, age7) 3. "Mungkin akan membantu bila kita menonton opera sabun (telenovela) setiap hari" (Carin, 9)
Kapan Boleh Mencium Seseorang? 1. "Ketika mereka kaya" (Pam, 7) 2. "Tidak boleh pernah mencium seorang cowok. Mereka selalu meliurkan ludahnya ke kamu. Makanya saya ngga mau lagi melakukanya" (Tammy, 10) 3. "Jika dia adalah Ibumu, maka kamu dapat menciumnya kapan saja. Tetapi jika dia orang baru, kamu harus bertanya minta izin" (Roger, 6)
Links: 1. http://funnies.paco.to/fallingInLove.html 2. http://www.thehypertexts.com/__Have_To_Say.htm 3. http://www.rinkworks.com/said/kidlove.shtml
Happy Love Day!
 Akhir tahun ini rencananya bakal ngabisin waktu diOsaka dan sekitarnya. Jadi aku plus 3 orang teman dengan modal seadanya nekad pergi kesana, biarpun sama sekali ngga tau apa-apa kita tetep pergi. Tapi sebenernya ngga senekad itu sich krn kebetulan disana ada temen yang siap buat jadi guide perjalanan. Jadi disaat-saat sibuk akhir tahun dan awal kerja dikantor yang baru aku sempet-sempetin buat cari info gimana cara paling OK buat pergi kesana. Awalnya pengen naek bus, nginep dihotel(buat yang cewe, yang cowo nginep di Ryou cowo FCT). Tapi berhubung lagi high season dan kita bikin acaranya dadakan, susah banget nyari tiket bus malam ama tempat nginep, kalau seandainya adapun itu lumaya n mahal harganya jadi 150% dari harga normal. Sampe akhirnya kita dapet jalan paling murah : pertama kita pergi dengan SeishunJuhachiKippu(18 Ticket...kata bosku ini cocok buat anak umur 18thn), trus rencana kedua kita bakal nginep di Apato-nya ade Li. Akhirnya mulailah cari tau kesana kemari tentang gmn cara make SJK(SeishunJuhachiKippu)ama tempat2 yang harus dikunjungin. 「The Seishun Juhachi Kippu, meaning something like "Youthful 18 Ticket", is a seasonally available railway ticket, which gives you five days of unlimited, nationwide travel on local and rapid JR (Japan Railways) trains for only 11,500 Yen, or 2,300 Yen per day! 」 Selengkapnya tentang SJK bisa liat di website Japan-guide. Awalnya pengen berangkat malem biar lebih cepet sampe disana, tapi kita miss satu hal : kalau seandainya pengen berangkat malem, kereta yang boleh dinaikin itu na manya MoonlightNagara. Tapi kereta ini mulai tahun 2003 semuanya dijadiin reserved seat dan biasanya untuk waktu-waktu rame kaya begini selalu fullbooked(Tiket dijual mulai 1 bulan sebelumnya dan biasanya habis dihari itu juga). Akhirnya kita mutusin buat jalan siang dengan naek kereta biasa nyusurin Tokaido(東海道=eastern ocean road) Line. Buat nyari jadwal kereta bisa ikutin yang udah ada di Japan-guide SJK Timetable atau bisa juga pake tool dari website Hyperdia. Ini schedule yang aku pake buat perjalananku sampe ke Osaka :   Selama naik kereta semuanya dapet tempat duduk kecuali pas dari Hamamatsu ke Toyohashi, jadi lumayan lah ngga cape-cape banget. Bisa dibilang seru soalnya bisa ngeliatin Jepang daerah pinggiran yang bener-bener beda banget dari Tokyo. Ngga kebayang kalau harus tinggal ditempat begitu mungkin aku bakal bosen and bengong melulu soalnya ngga bisa shopping hahaha.... Akhirnya dalam setengah hari sampe juga diOsaka. Can't wait to start the advanture ^^
| |